PA032: Ester: Berani Demi Keluarga Besar
Ester: Berani Demi Keluarga Besar
(1) Setelah Mordekhai mengetahui segala yang terjadi, ia mengoyakkan pakaiannya, memakai kain sackcloth dan abu, lalu keluar ke tengah kota, sambil berseru-seru dengan suara nyaring dan pahit. (2) Ia datang sampai ke depan pintu gerbang raja, karena orang tidak boleh masuk lingkungan pintu gerbang raja dengan berpakaian kain sackcloth. (3) Di tiap-tiap daerah, ke mana juga firman raja dan undangnya sampai, ada perkabungan yang besar di antara orang Yahudi; mereka berpuasa, meratap dan menangis, dan kebanyakan mereka tidur dengan beralaskan kain sackcloth dan abu. (4) Ketika pelayan-pelayan perempuan dan pegawai-pegawai istana Ester datang memberitahukannya hal itu, sangat terkejutlah sang ratu; ia mengirimkan pakaian untuk dikenakan oleh Mordekhai, supaya disikannya kain sackcloth itu dari padanya, tetapi ia tidak mau menerimanya. (5) Lalu Ester memanggil Hatakh, salah seorang pegawai istana raja yang melayani dia, dan memberi perintah kepadanya mengenai Mordekhai untuk mengetahui apa artinya dan apa sebabnya hal itu. (6) Keluarlah Hatakh mendapatkan Mordekhai ke lapangan kota yang di depan pintu gerbang raja. (7) Lalu Mordekhai menceritakan kepadanya segala yang dialaminya, serta jumlah uang yang dijanjikan oleh Haman akan ditimbang ke dalam perbendaharaan raja sebagai pembayaran untuk membinasakan orang Yahudi. (8) Jikalau salinan undang-undang yang dikeluarkan di Susan untuk memunahkan mereka itu diberikan juga kepadanya, diserahkannya kepada Hatakh, supaya ditunjukkan dan diberitahukan kepada Ester, dengan pesan agar ia masuk menghadap raja untuk memohon belas kasihan dan untuk membela bangsanya di hadapan raja. (9) Maka datanglah Hatakh dan menyampaikan perkataan Mordekhai itu kepada Ester. (10) Lalu Ester menyuruh Hatakh mengatakan kepada Mordekhai: (11) "Pegawai-pegawai raja dan rakyat daerah-daerah raja tahu, bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan yang masuk menghadap raja di pelataran dalam dengan tidak dipanggil, hanya satu undang-undang hukuman bagi dia, yakni hukuman mati, kecuali jika raja mengulurkan tongkat emas kepadanya, sehingga ia hidup. Dan aku ini tidak dipanggil menghadap raja sudah tiga puluh hari lamanya." (12) Ketika perkataan Ester itu disampaikan kepada Mordekhai, (13) maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: "Jangan sangka bahwa engkau di dalam istana raja akan luput, biarpun engkau orang Yahudi lain. (14) Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan pelepasan dari tempat lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu?" (15) Maka Ester menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Mordekhai: (16) "Pergilah, kumpulkan semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik malam baik siang. Aku pun dengan dayang-dayangku akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati." (17) Maka bertindaklah Mordekhai, dan diperbuatannya sesama yang diketua oleh TUHAN.
Uraian Pelajaran:
Bangsa Yahudi menghadapi ancaman kepunahan akibat rencana jahat Haman di dalam kerajaan. Ratu Ester diminta memakai kedudukannya di istana untuk menolong sanak saudaranya. Menghadap raja tanpa dipanggil merupakan pelanggaran berat yang berisiko hukuman mati. Meskipun demikian, Ester menolak untuk berdiam diri dan memilih mengambil tindakan berani.
Ia meminta seluruh umat Yahudi berpuasa bersama sebagai bentuk kebergantungan penuh kepada TUHAN. Umat TUHAN dipanggil untuk peduli pada keselamatan sesama dan rela menjadi saluran berkat. Keberanian sejati lahir dari iman yang bersandar kepada perlindungan Ilahi.
Perhatikan dan Jawablah:
Apa kalimat kepasrahan dan keberanian yang diucapkan oleh Ratu Ester sebelum ia memutuskan menghadap raja?
"Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan mereka." (1 Petrus 2:16)
Penerapan dan Komitmen:
Pergumulan berat apa dalam keluarga besar atau lingkungan sekitar pada saat ini yang membutuhkan keberanian Bp/Ibu/Sdr untuk membawanya dalam doa?
Terima kasih telah menyelesaikan pelajaran ini.
← Kembali ke Ruang Kelas



